Cari Informasi
Saturday, September 21, 2013
Cafe Elegante Sultaniyat Begin
CAFE ELEGANTE BEGIN: Syahdan (bukan nama orang). Pada suatu ketika yang tidak sempat tercatat dalam sejarah, tersebutlah sebuah warung kopi yang sepi, nama saja cafe, tapi yeaaah, kalau dilihat, agak gimana ya... gitulah pokoknya. Cafe itu unik. Selain dilengkapi dengan mesjid kecil yang nyaris menyerupai surau, juga menerima barter barang. Asal cocok, sepakat harga, jadi barang tu! Setiap hari pengunjungnya hanya baru punya dua pelanggan setia: Cungkring dan Gemblung. Nama aslinya pun penulis belum tahu. Rupanya, dua orang ini pun baru saling kenal, sehingga bercakap pun masih bertuan berhamba, bertatah berpetitih. masih jaimlah istilahnya. "Tuan Cungkring. Ajarkanlah kepada hamba apa itu hikmat kebijaksanaan, agar daku beroleh makrifat," kata Gemblung. "Ketahuilah Tuan Gemblung. Setiap peristiwa ada isyarat, setiap isyarat ada makna, dibalik makna ada rahasia, di dalam rahasia ada hikmat," papar Cukring. "Dengarkanlah aku, sahabatku. Kehidupan selalu dipenuhi dengan kesulitan, hanya beda-beda bentuknya. DIA memberikan kesulitan supaya memisahkan teman sejati di antara manusia yang pernah tuan kenal. Sabarlah, tuan pasti diberikan yang terbaik. Tuan harus menyadari kefakiran, kelemahan dan kekurangan tuan di hadapan Nya. Berjalanlah tuan, agar tuan semakin hampir. Wallahu a'lam." jelas Cungkring menambahi. "Terima kasih Tuan, hamba suka sekali kata-kata tuan..." ucap Gemblung.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment