"Wahai pemuda gembala, waktu kita telah
dekat." Kata si pejalan kaki sambil mengelus-elus jenggotnya yang tak terurus.
"Para joker dan anak buahnya telah mengobrak-abrik kota Gotham, tepatnya
di kecamatan Amplas kelurahan Harjosari II... ayolah Bang! apalagi, pakailah
costum superhero mu itu." Pemuda Gembala menoleh sejenak ke arah si
pejalan kaki, kemudian memandang lepas ke luar jendela sambil menghela nafas
berat. "Batman belum
dibutuhkan rakyat di negeri ini, apalagi akhirnya nanti diketahui identitas
kita, pasti dunia akan menertawakan," cetus pemuda gembala lirih. Si
pejalan kaki bingung, tanpa buang-buang waktu ia bertanya. "Emangnya kenapa,
Bang?" Bukannya menjawab Pemuda gembala malah balik bertanya. "Coba
kamu jawab, apa pernah batman itu orang bermarga? Apa boleh? Kalau ada dan
boleh, tunjukkan dasar hukumnya." Keduanya lama terdiam, tenggelam dalam
pikiran masing-masing.... (Abah Jufri, Facebook, 13 Februari 2014)Cari Informasi
Saturday, September 21, 2013
Dasar Hukum Menjadi Batman
"Wahai pemuda gembala, waktu kita telah
dekat." Kata si pejalan kaki sambil mengelus-elus jenggotnya yang tak terurus.
"Para joker dan anak buahnya telah mengobrak-abrik kota Gotham, tepatnya
di kecamatan Amplas kelurahan Harjosari II... ayolah Bang! apalagi, pakailah
costum superhero mu itu." Pemuda Gembala menoleh sejenak ke arah si
pejalan kaki, kemudian memandang lepas ke luar jendela sambil menghela nafas
berat. "Batman belum
dibutuhkan rakyat di negeri ini, apalagi akhirnya nanti diketahui identitas
kita, pasti dunia akan menertawakan," cetus pemuda gembala lirih. Si
pejalan kaki bingung, tanpa buang-buang waktu ia bertanya. "Emangnya kenapa,
Bang?" Bukannya menjawab Pemuda gembala malah balik bertanya. "Coba
kamu jawab, apa pernah batman itu orang bermarga? Apa boleh? Kalau ada dan
boleh, tunjukkan dasar hukumnya." Keduanya lama terdiam, tenggelam dalam
pikiran masing-masing.... (Abah Jufri, Facebook, 13 Februari 2014)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment