Cari Informasi

Saturday, September 21, 2013

Mimpi Si Cungkring yang Dianalisis



Dataran Tinggi Golan, 02-06-2022. Angin berhawa panas berdesir di telinga, membuat daun-daun pohon ghorgod bergerak-gerak malas.
"Revo...! Berhenti kataku!" Seru Raja Ilusioner ketika melihat sesosok remaja menyembulkan kepala dari balik rimbunnya dedaunan. Ia berusaha lari menjauh saat Raja Ilusioner mendekati pohon itu.
"Kau pengecut! Kau bukan ayahku! Kau hanya hologram yang tidak bisa kusentuh! Pergilah! Biar aku di sini, sampai tentara-tentara khalifah menemukanku." Teriak Revo sambil berlari tunggang-langgang.
Tiba-tiba Cungkring tersentak dari tidurnya. Rupanya baru jam setengah dua dini hari. Pagi-paginya, ia menceritakan kepada Gemblung mengenai mimpinya itu, di warkop (baca cafe, biar terdengar keren) Elegante yang keburu kesohor itu. "Begitulah ceritanya, Blung. Apa maksudnya itu?! Analisismu kan tajam soal yang begitu-begituan..." Cetus Cungkring sambil mengaduk-aduk kopi panas yang baru diletakkan di meja petak hitam itu. "Aiiih... tak usah serius kalilah kau mikirkannya itu, namanya pun mimpi. Botak pulak kepalamu nanti dibikinnya." Tukas Gemblung enteng seraya mengaut mancis biru yang terletak di depan Cungkring, di atas kotak rokok kretek. "Jangan lupa besok Kring! Kau jumpai Wak Man. Selo saja kau kutengok sudah dua tahun pengangguran. Sudah mau dia, katanya. Cak kau hubungi dia sore ini, jangan nanti tak mau aku membantu kawan kau bilang," tandas Gemblung. (Abah Jufri, Facebook, 02 Juni 2014)

No comments:

Post a Comment